Tiada Lagi Airmata
Secebis kenangan pengalaman yang pilu,
telahpun berlalu pupus dari ingatan,
tiada kesalahan pahit getir cinta ku walau pedih
luka masih terasa.
Mengapa ditanya jiwa yang menderita,
Usahlah diungkit cerita yang mengharu,
Dia berbahagia menimang cahaya mata,
Haruskah aku terus merindu.
Biarlah ku tanggung sendiri,
Akibat kehancuran seuntai mimpi,
Kan ku pujuk jua hati lara ini,
Untuk melupakan saja rasa cinta,
Buat sementara hingga satu masa ku cari seorang teman yang setia
telahpun berlalu pupus dari ingatan,
tiada kesalahan pahit getir cinta ku walau pedih
luka masih terasa.
Mengapa ditanya jiwa yang menderita,
Usahlah diungkit cerita yang mengharu,
Dia berbahagia menimang cahaya mata,
Haruskah aku terus merindu.
Biarlah ku tanggung sendiri,
Akibat kehancuran seuntai mimpi,
Kan ku pujuk jua hati lara ini,
Untuk melupakan saja rasa cinta,
Buat sementara hingga satu masa ku cari seorang teman yang setia
Oh cukuplah sudah,
sengsara yang menimpa,
manis kata kata bersulam tipu daya,
hidup ku sekarang tiada lagi airmata,
jangan berulang janji durhaka
sengsara yang menimpa,
manis kata kata bersulam tipu daya,
hidup ku sekarang tiada lagi airmata,
jangan berulang janji durhaka
No comments:
Post a Comment